Advertisement
Lampung – Ketua Umum Advokat Bela Rakyat Indonesia (ABR Indonesia), Hermawan, S.HI., MH., CM., SHEL, mengungkapkan rasa syukurnya atas perayaan Idul Fitri 2025 yang berlangsung dengan suasana yang "ADEM". Dalam pertemuan dengan media pada hari keempat Lebaran di kediamannya, Hermawan menyatakan bahwa meskipun ada beberapa musibah di beberapa wilayah, secara umum, perayaan tahun ini berlangsung dengan aman dan kondusif.
“Kita lihat bersama, arus mudik dan arus balik berjalan lancar. Biasanya kita mendengar banyak kecelakaan dan kemacetan di berbagai tempat, tetapi tahun ini terasa lebih aman, adem, ayem, dan tentram,” ujar Hermawan, Kamis (3/4/2025).
Sebagai advokat muda yang telah lama aktif dalam berbagai organisasi, Hermawan berharap istilah "ADEM" tidak hanya menggambarkan kondisi saat ini, tetapi juga mencerminkan perjalanan bangsa ke depan. Ia menyoroti bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta para kepala daerah yang baru dilantik, banyak kasus besar seperti dugaan korupsi di Pertamina dan sektor pertambangan mulai terungkap. Selain itu, operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK terhadap sejumlah pejabat publik menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar dalam penegakan hukum.
“Bisa saja ini pertanda dosa-dosa lama yang mulai terungkap atau justru kesempatan bagi kita untuk benar-benar menciptakan suasana yang ‘ADEM’ dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.
Hermawan menegaskan bahwa ABR Indonesia, melalui Yayasan Lembaga Hukum Bela Rakyat Advokat (YLHBR-ABRI), akan terus bersinergi dengan organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat (Ormas), serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mengawal kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
“Kami akan terus mengadvokasi dan membantu masyarakat dalam mendapatkan akses keadilan, agar hukum tidak tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” tegasnya.
Hermawan pun mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para penegak hukum dan pemangku kebijakan, untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih sejahtera sesuai cita-cita luhur para pendiri bangsa. (Red)