Advertisement
Bandar Lampung - Meski penjaringan dan penyaringan bakal calon Gubernur dari parpol belum
dibuka, Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoematro rupanya sudah
Pede dan menyatakan siap maju di Pilgub Lampung 2018 mendatang melalui
PDIP Lampung.
Menurut Loekman, saat ini ia sudah berseragam PDIP, itu
artinya ia menegaskan bukan merupakan kader Partai Golkar yang santer
dikabarkan jika dirinya sudah didapuk sebagai Ketua Harian Golkar
Lampung.
Hal itu diungkapkannya di Kantor DPD PDIP Lampung. "Saya
siap maju Pilgub 2018 mendatang dengan menggunakan perahu PDIP Lampung,
karena 17 kursi legislatif yang dimiliki PDIP Lampung sudah cukup untuk
mengusung kader sendiri," jelas Loekman seraya menunjukkan fotonya
mengenakan seragam PDIP.
Soal apakah nantinya ada lobi-lobi politik dengan PDIP
terkait Pilgub, ia menegaskan jika mengalir saja dan mengikuti proses
dan mekanisme yang ada. "Penjaringan dan penyaringan kan masih lama dibuka. Mengalir saja lah, Insyaallah kita akan ikut prosesnya," ujar dia.
Saat ditanya soal kesediaan nantinya jika ia direkomendasi
sebagai wakil dari Herman HN, Loekman menyatakan siap. "Saya kan pernah
menjadi bawahan pak wali (Herman). Jika rekomendasinya demikian ya saya
siap," ucapnya seraya tersenyum ke Herman HN yang juga hadir.
Menanggapi hal ini, Walikota Bandarlampung Herman HN
menyatakan semua berpeluang diusung, soal pasangan pun, siapa saja
memungkinkan. Namun, sebagai kader yang diklaimnya tidak pernah dipecat
dari jabatan ketua Satgas PDIP Lampung, Herman sangat optimis akan
diusung PDIP Lampung.
"Ya harus optimis lah, kita kan kader, Ketua Satgas PDIP
Lampung pula. Jika saya benar dipecat mana bukti SKnya, coba tunjukkan,"
tegasnya.
Loekman : Golkar Tak Konsisten
Wakil Bupati Lampung Tengah ini juga secara tegas menolak
tawaran posisi sebagai Ketua Harian di Golkar Lampung. Sebab menurutnya,
Partai berlambang pohon beringin tersebut sudah tak konsisten.
Dirinya menceritakan, sebelum Musdalub Partai Golkar lalu
dirinya meminta izin kepada Ketua Umum Golkar Setya Novanto untuk maju
sebagai Ketua DPD Golkar Lampung.
"Tapi gak sesuai, karena kita ditempatkan sebagai ketua harian, ya saya pikir-pikir lagi," tegasnya.
Untuk itu, dirinya menyatakan sudah tak minat bergabung
dengan Partai Golkar Lampung di bawah kepemimpinan Arinal Junaidi. "Ya
mau gimana, gak konsisten," pungkasnya.
(Red/KN)